PENYEDIAAN BAHAN BAKAR, PELUMAS, AIR PENDINGIN DAN AIR SULING BATERAI
Bahan bakar HSD dapat disediakan di stasiun utama atau di dipo.
Pemberian bahan bakar ini dilakukan dengan bon permintaan menurut penunjukkan pada meteran gallon yang dibuat rangkap dua. Lembar kesatu diberikan pada masinis untuk diberikan pengawas dipo induk dan lembar kedua untuk dipo pemberi bahan bakar.
Jika diperlukan bon permintaan dari gallonmeter dapat diganti dengan bon permintaan bahan bakar biasa dari pengawas ruas luar.
Bahan pelumas didapat oleh masinis dengan memberikan bon permintaan bahan pelumas dari pengawas ruas luar.
Air pendingin yang digunakan oleh dipo harus ditentukan lebih dulu analisa kimianya, sehingga kandungan zat air dapat diketahui. Pemberian air pendingin dapat dilakukan tanpa bon. Untuk Iok diesel tertentu air pendingin khusus dicampur dengan DROMUS B dan lok lain khusus dengan NALCO 38 atau bahan lain yang sifatnya sama. Penggunaan air pendingin lain hanya diperkenankan dalam keadaan darurat. Jika Iok berada jauh dari dipo induk maka masinis harus melaporkan tertulis dalam model T 200 atau model sejenis untuk perhatian dipo induknya.
Pengisian penambahan air baterai seorang masinis mendapatkan air baterai (air suling) dari pengawas ruas diesel tanpa bon.
Pemberian bahan bakar ini dilakukan dengan bon permintaan menurut penunjukkan pada meteran gallon yang dibuat rangkap dua. Lembar kesatu diberikan pada masinis untuk diberikan pengawas dipo induk dan lembar kedua untuk dipo pemberi bahan bakar.
Jika diperlukan bon permintaan dari gallonmeter dapat diganti dengan bon permintaan bahan bakar biasa dari pengawas ruas luar.
Bahan pelumas didapat oleh masinis dengan memberikan bon permintaan bahan pelumas dari pengawas ruas luar.
Air pendingin yang digunakan oleh dipo harus ditentukan lebih dulu analisa kimianya, sehingga kandungan zat air dapat diketahui. Pemberian air pendingin dapat dilakukan tanpa bon. Untuk Iok diesel tertentu air pendingin khusus dicampur dengan DROMUS B dan lok lain khusus dengan NALCO 38 atau bahan lain yang sifatnya sama. Penggunaan air pendingin lain hanya diperkenankan dalam keadaan darurat. Jika Iok berada jauh dari dipo induk maka masinis harus melaporkan tertulis dalam model T 200 atau model sejenis untuk perhatian dipo induknya.
Pengisian penambahan air baterai seorang masinis mendapatkan air baterai (air suling) dari pengawas ruas diesel tanpa bon.
PEMERIKSAAN PENDAHULUAN
Pemeriksaan pendahuluan pada lok diesel harus dikerjakan oleh masinis bersama juru motor terhadap :
- truck-bogi dan peralatannya
- memperhatikan kemungkinan adanya retakan-retakan pada bogie, pegas, dll
- kemungkinan kendor pada baut, mur, mur-kontra, split-pen, pen, borg-ring atau kehilangan perangkat pada roda, pot, abar dan stang-stang abar, minyak pot, sikat arang harus dalam keadaan baik atau harus diganti jika perlu
- pemeriksaan bagian luar lok diesel
- pemeriksaan ruang masinis terhadap meteran-meteran, perala tan pengabaran, peralatan keamanan atau benda-benda asing yang mungkin tidak seharusnya ada diruang itu
- peralatan semboyan yang harus dibawa.
Selama menjalankan dinas, masinis harus mempunyai arloji yang berjalan baik, laporan harian masinis model T 83 yang didapatnya dari pengawas ruas luar dan model T 200 tentang laporan tehnik lok dari pengawas ruas diesel.
MENGHIDUPKAN MESIN DIESEL
Persiapan menghidupkan mesin yang harus dilakukan ialah :
MENGHIDUPKAN MESIN DIESEL
Persiapan menghidupkan mesin yang harus dilakukan ialah :
- memeriksa dan menambah Hsd
- memeriksa dan menambah minyak pelumas
- memeriksa dan menambah air pendingin
- memeriksa dan menambah air baterai.
Meskipun pada waktu mematikan mesin diesel seorang masinis diharuskan mengikat abar lok, akan tetapi sebelum menghidupkan motor diesel sesuatu lok seorang masinis diwajibkan meyakinkan apakah abar lok masih terikat. Menghidupkan mesin hanya diperbolehkan dengan abar terikat.
Sebelum menghidupkan mesin, air kondensasi dalam tangki angin harus dibuang terlebih dihulu.
Sebelum menghidupkan mesin, air kondensasi di dalam tangki Hsd yang biasa mengendap dibawah, harus dibuang dengan membuka keran pembuang.
Jika mesin diesel sudah berselang lama tidak dihidupkan, maka harus diperiksa kemungkinan adanya bocoran air pendingin kedalam silinder, untuk menghindarkan adanya "pukulan air". Poros mesin harus diputarkan lebih dahulu dengan pengungkit sebanyak satu atau dua putaran, sedangkan minyak pelumas jumlahnya (dilihat pada tongkat penduga) tidak mencurigakan karena terlalu banyak.
Jika hal ini terjadi dan poros mesin pada sesuatu kedudukan tidak dapat lagi diputarkan, maka mesin diesel tidak boleh dihidupkan.
Dengan gagang pelayan yang oleh pengawas diesel diberikan kepada masinis yang akan menjalani dinasan lok yang bersangkutan dapat dimulai dengan menghidupkan mesin diesel, yaitu memastikan saklar-saklar listrik utama dimasukkan, pompa minyak bahan bakar dihidupkan, yakinkan transmisi pada kedudukan tidak bertenaga, yakinkan abar dalam kedudukan terikat, apabila perlu pemanas air pendingin dijalankan dahulu hingga mencapai suhu yang ditentukan kemudian tombol untuk menghidupkan mesin ditekan selama tidak lebih dari 10 detik.
PEMERIKSAAN SETELAH MESIN HIDUP
Setelah mesin diesel dihidupkan harus diadakan pemeriksaan yaitu :
Sebelum menghidupkan mesin, air kondensasi dalam tangki angin harus dibuang terlebih dihulu.
Sebelum menghidupkan mesin, air kondensasi di dalam tangki Hsd yang biasa mengendap dibawah, harus dibuang dengan membuka keran pembuang.
Jika mesin diesel sudah berselang lama tidak dihidupkan, maka harus diperiksa kemungkinan adanya bocoran air pendingin kedalam silinder, untuk menghindarkan adanya "pukulan air". Poros mesin harus diputarkan lebih dahulu dengan pengungkit sebanyak satu atau dua putaran, sedangkan minyak pelumas jumlahnya (dilihat pada tongkat penduga) tidak mencurigakan karena terlalu banyak.
Jika hal ini terjadi dan poros mesin pada sesuatu kedudukan tidak dapat lagi diputarkan, maka mesin diesel tidak boleh dihidupkan.
Dengan gagang pelayan yang oleh pengawas diesel diberikan kepada masinis yang akan menjalani dinasan lok yang bersangkutan dapat dimulai dengan menghidupkan mesin diesel, yaitu memastikan saklar-saklar listrik utama dimasukkan, pompa minyak bahan bakar dihidupkan, yakinkan transmisi pada kedudukan tidak bertenaga, yakinkan abar dalam kedudukan terikat, apabila perlu pemanas air pendingin dijalankan dahulu hingga mencapai suhu yang ditentukan kemudian tombol untuk menghidupkan mesin ditekan selama tidak lebih dari 10 detik.
PEMERIKSAAN SETELAH MESIN HIDUP
Setelah mesin diesel dihidupkan harus diadakan pemeriksaan yaitu :
- tekanan kompressor harus menunjuk harga yang ditentukan
- tekanan minyak pelumas harus menunjuk harga yang ditentukan
- tekanan minyak transmisi harus menunjuk harga yang ditentukan
- arus pengisian baterai harus menunjuk harga yang makin berkurang.
- pengereman udara bekerja baik.
- pelumasan pada tempat-tempat tertentu (turbo-charger) berjalan baik.
- lampu utama, lampu tanda dan lampu penerangan kamar mesin dan kamar masinis dapat dinyalakan.
- pembalik arah dapat bekerja kedua arah.
PEMERIKSAAN DI KAMAR MESIN
Periksa kemungkinan kebocoran-kebocoran :
- pipa HSD
- pipa pelumas
- pipa tekanan angin
- pipa transmisi.
Periksa kedudukan minyak pelumas pada gelas duga dan kejadian yang menyimpang dari keadaan biasa misalnya bunyi-bunyi yang mencurigakan, getaran-getaran yang tidak biasa dan letak / pengikat benda yang tidak sesuai.
Pada lokomotip yang mempunyai dua ruang masinis, maka ruang masinis yang tidak akan ditempati oleh masinis dan juru motor harus dalam keadaan terkunci.
MENGELUARKAN LOK DARI DIPO
Sebelum keluar dari los (dari halaman dipo) masinis harus meyakinkan membawa :
Pada lokomotip yang mempunyai dua ruang masinis, maka ruang masinis yang tidak akan ditempati oleh masinis dan juru motor harus dalam keadaan terkunci.
MENGELUARKAN LOK DARI DIPO
Sebelum keluar dari los (dari halaman dipo) masinis harus meyakinkan membawa :
- laporan harian masinis
- tabel kereta-api
- buku riwayat lokomotip
untuk diisi seperlunya selama melayani lokomotip yang bersangkutan dan mereka harus memperhatikan bahwa pengukur kecepatan disegel, kertas cukup tersedia dan bekerja baik (hal mana biasanya dapat diketahui / diperiksa dengan memutar pegas dari lonceng tersebut beberapa kali).
Menjelang permulaan dinas lokomotip yang telah siap harus disediakan di dekat perbatasan dipo dengan stasiun, kemudian lokomotip itu dilangsir ke emplasemen atau ke muka rangkaian dibawah pimpinan pegawai Dinas Lalu lintas yang bertugas dinas langsir.
Diluar halaman dipo, masinis tidak dibolehkan langsir sendiri diemplasemen.
Sewaktu melakukan gerakan-gerakan langsir dihalaman dipo, masinis dan juru motor harus menyaksikan :
Menjelang permulaan dinas lokomotip yang telah siap harus disediakan di dekat perbatasan dipo dengan stasiun, kemudian lokomotip itu dilangsir ke emplasemen atau ke muka rangkaian dibawah pimpinan pegawai Dinas Lalu lintas yang bertugas dinas langsir.
Diluar halaman dipo, masinis tidak dibolehkan langsir sendiri diemplasemen.
Sewaktu melakukan gerakan-gerakan langsir dihalaman dipo, masinis dan juru motor harus menyaksikan :
- apakah sepur yang akan dilalui tidak terhalang
- wesel-wesel berada dalam kedudukan yang semestinya.
Mereka bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi karena mereka tidak mentaati peraturan atau karena ceroboh dalam melakukan tugasnya.
No comments:
Post a Comment